Rahasia Kesehatan Tiongkok: Makanan sebagai Obat
Masyarakat di Tiongkok selama ribuan tahun mencari rahasia dari kesehatan dan penyembuhan. Berbeda dengan pandangan Barat, pengobatan tradisional Tiongkok tidak membuat batas perbedaan antara makanan dan obat-obatan. Seperti pepatah Tiongkok bahwa “makanan dan obat-obatan berasal dari sumber yang sama” (yao shi tong yuan). Seperti membuat kaldu ayam untuk menambah darah, minum air jahe untuk meredakan mual kembung, dan lain sebagainya.
Makanan yang bertujuan untuk mengatasi masalah penyakit tertentu sering dimakan secara teratur selama beberapa hari atau beberapa minggu untuk mendukung proses penyembuhan tubuh.
Medis Barat menilai makanan dari aspek kalori, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Medis Timur berbasis TCM (traditional Chinese medicine) melihatnya dari aspek keseimbangan energi termal (Yin-Yang), lima elemen yang mencakup berbagai cita rasa, warna, organ dituju, dan efek empirisnya. Penelitian ilmiah mutakhir terhadap efek empiris herbal dan makanan juga dapat menjadi rujukan dalam menentukan khasiat herbal dan makanan.
Sifat Termal Makanan
Dalam ilmu TCM, makanan dapat bersifat Panas, Hangat, Netral, Sejuk, atau Dingin. Secara singkat, makanan panas hangat memacu metabolisme kita, makanan sejuk dingin memperlambat metabolisme kita. Sebagai contoh, daging domba dalam kari yang menghangatkan tubuh diimbangi dengan mentimun dan yogurt yang mendinginkan; atau buah durian yang panas diimbangi dengan buah manggis yang mendinginkan. Sehingga terjadi keseimbangan termal Yin-Yang Tidak ada aturan mutlak yang menentukan sifat termal suatu makanan. Namun demikian, pedoman berikut ini dapat membantu untuk menilai sifat termal suatu makanan:
- Tanaman yang membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh L. (umbi-umbian, jahe) cenderung lebih hangat daripada makanan yang tumbuh cepat (selada, cukini)
- Makanan dengan kandungan air yang tinggi cenderung lebih mendinginkan (melon, mentimun).
- Makanan yang dikeringkan cenderung lebih hangat daripada makanan yang sama dalam bentuk segar.
- Makanan yang dipupuk secara kimiawi yang dipaksa untuk tumbuh dengan cepat cenderung lebih dingin daripada makanan yang tumbuh secara alami.
- Beberapa makanan herbal yang ditambahkan ke dalam makanan dapat menghasilkan reaksi Panas Contoh makanan herbal yang hangat panas: jahe, cabai, kayu manis, kunyit, pala, bawang hijau, dan kenari. Contoh makanan herbal yang sejuk dingin: daun mint, jeruk, tahu, susu, selada, seledri, mentimun, dan tomat.
- Makanan panas dan hangat berefek menghalau dingin, menghangatkan bagian dalam tubuh, memperkuat energi termal panas (Yang). Sedangkan makanan sejuk dingin berefek membersihkan racun panas, menambah cairan tubuh dan energi termal dingin (Yin)
- Makanan netral memoderasi efek dari keduanya.
- Metode memasak mempengaruhi sifat termal makanan, Mencelur (blanching) mengukus, mengawetkan, dan merebus memiliki pengaruh mendinginkan atau sedikit menghangatkan, sedangkan menumis, memanggang, menggoreng, mengasapi, membakar, dan mendidihkan, membuat hidangan lebih hangat atau panas.
Komentar
Posting Komentar