“MAKANAN” ANTARA KEINGINAN ATAU KEBUTUHAN ??



APA ITU MAKANAN

MAKANAN adalah segala sesuatu yang bisa dimakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, didapat dari alam baik tumbuhan maupun hewan. 

Fungsi makanan 

Sumber energi tubuh untuk memelihara kesehatan dan mendukung aktivitas tubuh kita. 

Aspek spiritual  : Untuk menegakkan tulang punggung kita agar mampu menjalankan ibadah (sesuai tujuan diciptakannnya manusia) 

Pada zaman dulu makanan juga digunakan untuk pengobatan agar tetap sehat, jika tidak memakan makanan sehat, maka dikala kita sakit obatnya bisa jadi sudah bukan dari makanan, tapi sudah obat obatan yang jadi Penawar dari penyakit kita.

“Jadikanlah makanan sebagai obat atauobat obatan sebagai makananmu di esok hari”

Hukum Asal Makanan 

Hukum asal dari makanan dalam Islam adalah halal, artinya boleh dimakan, baik itu dari hewan, tumbuhan, atau bahan-bahan alami lainnya. Prinsip ini memberikan kemudahan bagi umat Muslim dalam memilih makanan, karena mereka dapat mengonsumsi segala sesuatu kecuali yang secara jelas dilarang dalam Al-Quran dan Sunnah. Makanan menjadi haram jika ada dalil yang secara tegas melarangnya, seperti bangkai, darah, babi, dan minuman keras. Pengecualian: Meskipun ada makanan yang pada dasarnya halal, namun bisa menjadi haram jika didapatkan dengan cara yang haram, seperti hasil curian atau makanan yang tercampur dengan najis. 

DALIL TENTANG MAKANAN

“Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." Al Baqarah 168:

Ayat tersebut berisi perintah dari Allah SWT:
✓ Untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik dari apa yang ada di bumi.
✓ Peringatan agar menjauhi langkah-langkah setan, yang digambarkan sebagai musuh yang nyata bagi manusia.

"Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi": Allah memberikan petunjuk bagaimana untuk memilih makanan:
1. Halal (diperbolehkan secara agama)
2. Thayyib (baik, bersih, dan sehat) dari segala yang ada di bumi.
"Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.
Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu": Mengikuti langkah-langkah setan berarti mengikuti hawa nafsu dan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Setan selalu berusaha menyesatkan manusia, termasuk dalam hal memilih makanan.

"Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu": Bahwa setan adalah musuh yang nyata dan selalu berusaha untuk mencelakakan manusia. Oleh karena itu, manusia harus selalu waspada dan berhati-hati agar tidak terjerumus dalam tipu daya setan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,
“Seorang mukmin makan dengan satu lambung,sedangkan orang kafir makan dengan tujuh
lambung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
 Orang muslim itu makan dengan SATU LAMBUNG, maka tidak boleh berlebih lebihan dalam makan dan minum
 Sementara orang kafir makan dengan tujuh lambung, jadi Kita Beda dengan Mereka (orang kafir)

Larangan makan dan minum berlebihan:
"Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Jika ia harus (melebihinya), maka sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk bernapas." HR Ahmad.

Nabi memberi petunjuk agar kita mencegah 'over dosis’ dan makan secara berlebihan sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan Beliau juga memberikan formula khusus yang harus diperhatikan زminum dan makan soal dalam Dalam Musnad dan yang lainnya diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau bersabda: 
 “Tidak ada 'kantong’ yang lebih buruk yang disi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang pung- gungnya. Kalau terpaksa, maka ia bisa mengisi sepertiga perutnya dengan makanan, sepertiga untuk mimuman, dan sepertiga sisanya untuk nafasnya.” (Dikeluarkan juga oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim serta Ibnu Hibban dalam Shahih mereka. At-Tirmidzi berkata, "'Hadits ini hasan." Dalam teks lain disebutkan, "Hasan shahih." Arti, "Cukuplah bagi seseorang," yakni hal itu sudah memadai baginya. Arti tulang punggungnya, yakni agar punggungnya berdiri tegak. Itu dapat diqiyaskan kepada seluruh tubuh. Karena punggung menjadi pilar kekuatan tubuh)

Larangan makan berlebihan ini bukan hanya karena masalah agama, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan dampak buruknya bagi tubuh. Beberapa bahaya makan Berlebihan :
➢ Merusak kesehatan fisik, seperti melemahkan lambung dan pencernaan,
obesitas, penyakit jantung, diabetes dll
➢ Melemahkan semangat beribadah karena tubuh cenderung malas dan
mengantuk
➢ Memperkuat nafsu dan mengurangi kepekaan spiritual
➢ Bisa menyebabkan hati menjadi keras dan mengurangi empati terhadap
sesama
Bagaimana Pola Makan yang baik? Berikut ini pola makan yang penulis sarankan.
  1. Memilih makanan yang nutrisinya tepat & dibutuhkan oleh tubuh (jenis atau kualitas ). Setiap orang akan berbeda beda
  2. Jumlah atau porsinya sesuai kebutuhan tubuh dan aktivitas. Hindari makan berlebihan (Kuantitas )
  3. Waktu makan teratur untuk menjaga metabolism tubuh. Melihat jam kerja organ tubuh, kapan waktu yang tepat untuk makan. (Sarapan : 07.00 - 09.00, makan siang : jam 11.00 -13.00, makan malam : 17.00 -19.00 malam)
  4. Mengunyah dengan baik, fokus dan tidak sambil buka Handphone atau melihat TV
  5. Tidak makan terlalu malam














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kita Harus Belajar Ilmu Pengobatan Herbal?

PETUNJUK NABI DALAM MENGOBATI DIRI SENDIRI